Monday, December 15, 2014

puisi cinta



Cinta yang tak sampai

Di bawah lampu kamar nan cerah ini
Ku rebahkan badanku diatas kasur kusam
Ku nantikan sebuah cinta yang tak kunjung datang
Cinta yang seakan membuat diriku tenang

Namun cinta itu seakan tak bisa ku genggam
Sampai akhirnya tibalah penyesalan
Segudang harapan, segudang penyesalan
Menemani setiap langkahku

Jiwa seakan pergi melayang
Mencari sebuah cinta yang tak kunjung ditemukan
Bahkan cinta seakan lari dari takdirku

Kucoba mengejar dan tak pernah sampai
Yang ada hanyalah rasa bimbang
Yang ada hanyalah keputus-asaan
Cinta itu memang aneh

Cinta itu bak fatamorgana
Saat ku dekati ia semakin jauh
Saat ku menjauh darinya
Seakan jiwa ini bagaikan api yang membakar kayu

Ada apa dengan cinta?
Tetesan air mata menemani malamku
Menemani deretan pertanyaan serta penyesalanku
Saat ku usap kedua mataku

Seakan air mata itu membekas di tanganku
Saat itulah aku menyadarinya
Bahwa cinta itu sulit untuk pergi
Cinta itu membekas dari dalam diri

Mataku seakan tak kuat
Menahan dinginnya malam ini
Sehingga kuputuskan tuk akhiri puisi ini
Kata demi kata telah tersaji

Sebagai penutup puisi ini
Ku kirimkan sebuah cinta nan syahdu
Untukmu kau calon pendampingku
Cintamu anugrah hidupku

(muhammad usman)

Puisi



Sang Penjaga cinta

Andaikan hujan mampu mengikis cintaku
Kan ku payungi cintaku tuk menjaganya
Andaikan sinar matahari mampu menyilaukan hatiku
Kan selalu ada payung yang menjagaku

Doaku ibarat sebuah payung
Sebagai penolongku sekaligus penjagaku
Menuju kesetiaan cinta nan haqiqi
Diriku bak tembok baja nan kokoh

Tak akan ada yang mampu menembus hatiku
Karena hanya cintanyalah yang dapat menembusku
Yang tak lain, kaulah permataku
Kaulah cinta sejatiku

Di malam yang sunyi ini
Saat diriku bosan menghadapi masalahku
Kutuliskan sebuah puisi untukmu
Duhai pendampingku

Aku bukanlah seorang kahlil Gibran
Sang pemuja cinta
Sang penyair cinta
Di balik tulisan tangannya

Ia menafikan cinta
Tapi diriku beda
Akulah sang penggembala cinta
Kujaga setiap cinta yang ada

Bahkan ketika cinta itu mulai hilang
Kuaktifkan radarku tuk temukan cintamu
Cintamu seperti tawanan dalam penjara
Penjara cinta di kuil hatiku

Berharap cinta ini nyata
Dan tak akan pernah sirna
Bersamamu, duhai mutiaraku
Duhai pendampingku

(muhammad usman)