Cinta yang tak sampai
Di bawah lampu kamar nan cerah ini
Ku rebahkan badanku diatas kasur kusam
Ku nantikan sebuah cinta yang tak kunjung datang
Cinta yang seakan membuat diriku tenang
Namun cinta itu seakan tak bisa ku genggam
Sampai akhirnya tibalah penyesalan
Segudang harapan, segudang penyesalan
Menemani setiap langkahku
Jiwa seakan pergi melayang
Mencari sebuah cinta yang tak kunjung ditemukan
Bahkan cinta seakan lari dari takdirku
Kucoba mengejar dan tak pernah sampai
Yang ada hanyalah rasa bimbang
Yang ada hanyalah keputus-asaan
Cinta itu memang aneh
Cinta itu bak fatamorgana
Saat ku dekati ia semakin jauh
Saat ku menjauh darinya
Seakan jiwa ini bagaikan api yang membakar kayu
Ada apa dengan cinta?
Tetesan air mata menemani malamku
Menemani deretan pertanyaan serta penyesalanku
Saat ku usap kedua mataku
Seakan air mata itu membekas di tanganku
Saat itulah aku menyadarinya
Bahwa cinta itu sulit untuk pergi
Cinta itu membekas dari dalam diri
Mataku seakan tak kuat
Menahan dinginnya malam ini
Sehingga kuputuskan tuk akhiri puisi ini
Kata demi kata telah tersaji
Sebagai penutup puisi ini
Ku kirimkan sebuah cinta nan syahdu
Untukmu kau calon pendampingku
Cintamu anugrah hidupku
(muhammad usman)
No comments:
Post a Comment